6 Pengeluaran Saat Hamil dan Tips Mengelola Financialnya
Mempunyai anak adalah sebuah anugerah yang dinantikan oleh hampir seluruh pasang yang sudah menikah. Tetapi, ada baiknya setiap calon orang tua membuat perencanaan keuangan dan mencari tips mengelola financialnya khususnya saat istri sedang menginjak kehamilan karena biaya hamil, persalinan, hingga pasca melahirkan tidaklah murah.
Berikut 10 pengeluaran yang harus disiapkan calon orang tua selama ibu hamil maupun setelah melahirkan:
1). Biaya check-up dan USG di dokter kandungan setiap bulan
Saat ibu hamil, ayah dan ibu memiliki aktivitas baru yaitu mengunjungi dokter kandungan untuk memeriksakan kehamilan ibu. WHO merekenomendasikan agar Moms melakukan pemeriksaan keamilan minimal 4 kali selama kehamilan, yaitu sekali pada trimester pertama (sebelum 12 minggu kehamilan), yang kedua pada usia kehamilan 26 minggu dan yang ketiga pada usia kehamilan 32 minggu dan yang terakhir pada 36-38 minggu.
Namun, dokter kandungan di Indonesia biasanya menyarankan Moms hamil untuk menjalani sekitar 8-10 pemeriksaan selama masa kehamilan. Informasi diberikan sebulan sekali untuk usia kehamilan 4 hingga 28 minggu, dua minggu sekali untuk usia kehamilan 28 hingga 36 minggu dan seminggu sekali untuk usia kehamilan lebih dari 36 minggu.
2). Biaya vitamin prenatal
Selama kehamilan, ibu harus mengikuti gaya hidup sehat. Pertama, pastikan semua makanan yang Moms makan sudah matang dan konsumsi vitamin prenatal untuk melengkapi nutrisi pada makanan yang Moms makan. Pada umumnya, Moms hanya membutuhkan 2 jenis vitamin prenatal, yaitu:
a. Asam Folat
Untuk mencegah bayi lahir dengan cacat tabung saraf yang menyebabkan saraf kranial berkembang kurang optimal.
b. Zat Besi
Zat besi mencegah cacat fisik dan mental pada bayi. Zar besi juga dapat mencegah ibu terkena anemia selama kehamilan.
Selain kedua zat tersebut, Moms juga bisa melengkapi vitamin prenatalnya dengan mengonsumsi lemak omega-3 yang dipercaya dapat mendorong perkembangan otak bayi. Dan juga dokter mungkin meresepkan suplemen kalsium dan vitamin D selama trimester ketiga kehamilan, karena pada saat inilah tulang bayi tumbuh dan menguat secara optimal.
3). Biaya tes skrining selama kehamilan
Tujuan dari tes skrining yaitu untuk mengetahui apakah bayi yang dikandung Moms memiliki kemungkinan kelainan lahir. Tes ini dapat menentukan apakah Moms berisiko melahirkan prematur atau tidak dan memungkinkan dokter untuk mengambil tindakan preventif atau proaktif terkait hasil tes skrining.
4). Biaya perlengkapan dan kebutuhan bayi sehari-hari
Menjelang kelahiran, saatnya mempersiapkan keuangan untuk membeli segala perlengkapan dan kebutuhan bayi. Membeli aksesoris dan perlengkapan bayi biasanya dilakukan ketika Moms and Dads sudah mengetahui jenis kelamin bayi atau orang tua bisa memilih pakaian dan segala aksesoris untuk bayi yang netral gender, seperti baju berwarna hijau.
5). Biaya perlengkapan untuk Moms melahirkan
Selain kebutuhan bayi, kebutuhan Moms selama hamil dan melahirkan juga harus diperhatikan. Selama masa kehamilan, Moms membutuhkan makanan yang bergizi untuk menjaga kesehatan bayi dalam kandungan. Selain itu, peruahan fisik Moms yang semakin meningkat juga membutuhkan beberapa baju baru.
6). Biaya melahirkan untuk persalinan normal maupun operasi caesar
Hal ini merupakan hal yang akan menguras kantong Moms and Dads jika tidak dipersiapkan dengan baik. Biaya persalinan normal biasanya mulai dari 2 juta rubel, sedangkan harga operasi caesar bisa mulai dari 5 juta rubel. Perkiraan biaya ini hanya berlaku jika ibu melahirkan tanpa komplikasi dan biasanya tidak termasuk biaya perawatan bayi.
Tips Mengatur Financial Saat Hamil
Moms and Dads dapat menerapkan tips ini ya.
1). Daftar BPJS atau asuransi yang menutup biaya persalinan
Mulailah berinvestasi dengan asuransi. Oran tua harus proaktif dalam mencari polis yang sesuai, karena tidak semua perusahaan asuransi menawarkan layanan berupa biaya pengiriman. Salah satu asuransi murah saat melahirkan adalah BPJS.
2). Pilih paket melahirkan yang sesuai kebutuahn
Ketika Moms berencana untuk melahirkan di rumah sakit, biasanya Moms memiliki perkiraan rinci tentang biaya yang harus dikeluarkan untuk mempersiapkan persalinan, biasanya dipisahkan berdasarkan jenis kelahiran yaitu H. Operasi normal atau caesar dan fasilitas yang Moms terima sesuai dengan kategori yang Moms pilih.
3). Pilih skrining kesehatan yang sesuai kebutuhan
Tips mengatur keuangan yang ketiga terletak pada cara ibu memilih tes skrining prenatal yang akan dijalani selama masa kehamilan. Dr. Charles Lampley, asisten profesor di Sekolah Kedokteran Chicago sekaligus dokter kandungan di Rumah Sakit Mount Sinai Chicago, Amerika Serikat, menyatakan tes skrining prenatal tidak bersifat wajib dijalani oleh ibu hamil.
Sekalipun tidak wajib, ada baiknya ibu hamil menjalankan beberapa skrining prenatal ini agar ibu dan ayah bisa lebih siap dalam menghadapi kehamilan ibu maupun kondisi bayi di kemudian hari. Nah, tips mengatur keuangan soal ini ialah selalu konsultasikan dengan dokter atau bidan tentang jenis tes yang akan diambil ya.
4). Pilih rumah sakit atau Puskesmas
Jika ibu memilih untuk melahirkan dengan bantuan dokter di rumah sakit tentu ada harga yang harus dibayarkan dan jumlahnya bisa dibilang tidak sedikit. Sebagai alternatif sekaligus tips mengatur keuangan agar tidak terlalu boros saat melahirkan, ibu bisa mendatangi Puskesmas untuk booking melahirkan di sana dengan dibantu oleh bidan dan biaya nyaris tidak ada. Hanya saja, tidak semua kondisi ibu melahirkan bisa ditangani di Puskesmas, plus orang tua harus menyiapkan semua peralatan melahirkan untuk ibu dan perlengkapan bayi sendiri, termasuk peralatan mandi bahkan alas untuk tidur bayi dan selimut bila perlu.
Jika ibu ingin melahirkan di rumah sakit dengan bantuan bidan pun bisa lho. Konsultasikan dengan pihak rumah sakit mengenai opsi ibu ini ya.
Sumber :
Ibu Pedia, 10 pengeluaran saat hamil dan tips mengatur keuangannya. https://www.ibupedia.com/artikel/kehamilan/10-pengeluaran-saat-hamil-dan-tips-mengatur-keuangannya diakses 4 April 2023.