3 Langkah Untuk Mempersiapkan Kehamilan

3 Langkah Untuk Mempersiapkan Kehamilan
Sumber : Alodokter

Kalau kamu baru saja memutuskan untuk punya anak, selamat ya! Ada banyak hal yang perlu kamu pelajari nih, mulai dari mengenali masa suburmu sampai ikut program kehamilan. Lewat artikel ini, Kita akan memandu kamu untuk mengetahui apa saja yang perlu kamu siapkan.

Pertama-tama, yang perlu kamu tahu terkait kehamilan yaitu waktu yang diperlukan untuk hamil ini bisa berbeda-beda setiap perempuan. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi seseorang untuk hamil yaitu:

  • Usia
  • Kondisi kesehatan secara umum
  • Kondisi kesehatan reproduksi
  • Seberapa sering kamu dan pasangan berhubungan seksual

Beberapa perempuan memang bisa hamil cepat, sedangkan beberapa perempuan lain agak lebih lama untuk hamil. Tapi tenang saja ini merupakan hal yang normal ya. Kamu tidak perlu cemas atau jadi membandingkan dirimu dengan teman-teman atau kerabatmu yang lain.

Nah, sekarang ada beberapa cara untuk mempersiapkan kehamilan yang bisa kamu lakukan. Simak sampai selesai ya!

1). Ketahui Masa Subur

Hal pertama yang perlu kamu ketahui adalah memahami siklus menstruasi dan mengetahui masa suburmu. Agar bisa segera hamil, kamu perlu tahu kapan waktu yang efektif untuk berhubungan seksual agar proses pembuahan terjadi dengan sempurna.

Kalau selama ini siklus menstruasimu belum teratur, ini saatnya kamu berkonsultasi ke dokter untuk membereskan siklus menstruasimu. Menstruasi yang tidak teratur bisa jadi memengaruhi kesuburan serta keberhasilan untuk hamil. Siklus menstruasi tidak teratur dapat dipengaruhi beberapa faktor seperti pola hidup tidak sehat, masalah pada kelenjar tiroid, hingga sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Kamu bisa menggunakan tracker menstruasi untuk memantau siklus menstruasimu lho. Tracker menstruasi menunjukkan durasi menstruasi, rata-rata siklus menstruasi, hingga waktu suburmu. Tracker menstruasi juga dapat menjadi acuan ketika kamu berkonsultasi ke dokter untuk menyiapkan kehamilan.

2). Konsultasi ke Dokter

Tahapan persiapan selanjutnya yaitu prepregnancy care atau konsultasi ke dokter untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat. Tujuan dari konsultasi ini adalah mencari tahu faktor-faktor apa saja yang bisa memengaruhi kehamilanmu.

Pada sesi konsultasi, biasanya dokter akan mengidentifikasi beberapa hal seperti:

  • Apakah kamu atau pasangan pernah menggunakan alat kontrasepsi seperti pil KB atau tidak sebelumnya
  • Siklus menstruasi
  • Pola hidupmu saat ini
  • Apakah ada obat yang saat ini dikonsumsi yang mungkin memengaruhi kesuburan
  • Riwayat keluarga seperti apakah ada riwayat kanker rahim di keluarga, apakah ada anggota keluarga yang memiliki diabetes (memengaruhi kesuburan), dan lainnya
  • Riwayat kehamilan sebelumnya (jika pernah)

Selain mewawancaraimu terkait beberapa hal di atas, dokter juga mungkin akan melakukan serangkaian tes dan pemeriksaan jika diperlukan. Hal ini untuk mengetahui kondisi kesehatan dan kesuburan, serta memberikan treatment bila ditemukan masalah tertentu.  Beberapa tes yang mungkin dilakukan yaitu pemeriksaan tekanan darah, tes pap smear (untuk deteksi kanker rahim), tes urin, tes darah, dan pemeriksaan panggul.

3). Tingkatkan Kesuburan

Setelah kamu berkonsultasi ke dokter, biasanya dokter akan merekomendasikan beberapa saran untuk meningkatkan kesehatan dan kesuburanmu. Selain saran yang diberikan oleh dokter, kamu juga bisa meningkatkan kesuburanmu dengan beberapa cara seperti:

  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengonsumsi makanan tinggi folat, zinc, kalsium, dan protein
  • Hindari makan makanan berlemak trans
  • Batasi mengonsumsi kafein
  • Hindari merokok, minum alkohol, atau obat-obatan yang tidak diresepkan dokter
  • Olahraga secara teratur
  • Minum vitamin
  • Kelola stres dengan baik
  • Istirahat dengan cukup

Jika kamu sudah mencoba berbagai cara di atas namun belum berhasil, ada beberapa pendekatan yang mungkin bisa kamu coba untuk segera hamil, misalnya dengan terapi atau obat-obatan tertentu. Namun, kamu tetap perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu ya. Jika setelah pemeriksaan pra-kehamilan dokter menemukan indikasi masalah kesuburan atau kesehatan tertentu biasanya dokter akan memberikan penanganan sebagai berikut.

  • Obat-obatan

Dokter mungkin menyarankan kamu dan pasangan untuk mengonsumsi obat untuk meningkatkan kesuburan dan mendukung proses pembuahan. Beberapa obat-obatan yang aman dan biasanya diresepkan oleh dokter yaitu sebagai berikut.

  1. Clomiphene citrate
    Obat ini bekerja dengan merangsang kelenjar pituitari dan hipotalamus pada otak untuk melepaskan hormon yang merangsang ovarium untuk memproduksi sel telur.
  2. Metformin hydrochloride
    Obat ini biasanya diberikan kepada perempuan yang memiliki sindrom ovarium polikistik (PCOS). Konsumsi metformin hydrochloride membuat  kadar insulin dalam darah menurun, sehingga perempuan dapat berovulasi secara normal.
  3. Tamoxifen
    Tamoxifen pada dasarnya bekerja seperti clomiphene, namun biasanya obat ini diberikan jika kamu memiliki masalah ovulasi
  4. Gonadotropin
    Gonadotropin bisa merangsang proses ovulasi pada perempuan dan meningkatkan kesuburan pada laki-laki. Obat ini diberikan dengan cara disuntik, dan dapat digunakan pada wanita yang menjalani program bayi tabung atau pada penderita PCOS yang tidak merespons obat-obatan lain.

3). Operasi

Penanganan ini diberikan apabila kamu atau pasangan memiliki kondisi kesehatan tertentu yang menyebabkan kamu tidak bisa hamil. Beberapa tindakan operasi yang dilakukan yaitu sebagai berikut

  • Operasi tuba falopi

Tindakan operasi ini dilakukan apabila tuba falopi (saluran yang menghubungkan ovarium dan rahim dan tempat terjadinya ovulasi) rusak atau tersumbat. Operasi ini dilakukan dengan cara mengangkat jaringan yang rusak atau jaringan yang menyumbat tuba falopi, sehingga membuat sel telur jadi lebih mudah melewati saluran ini.

Keberhasilan dari operasi ini tergantung dari seberapa parah kerusakan jaringan di tuba falopi ini. Komplikasi dari operasi ini yaitu adanya kemungkinan mengalami kehamilan ektopik atau kehamilan yang terjadi di luar rahim.

  • Operasi endometriosis (kista)

Endometriosis adalah kondisi dimana endometrium (lapisan yang meliputi rahim) tumbuh di luar rahim. Kondisi ini menyebabkan iritasi atau peradangan pada jaringan di sekitar endometrium bahkan dapat menyebabkan kemandulan. Untuk itu perlu dilakukan penanganan yang disebut dengan operasi laparoskopi. Operasi laparoskopi dilakukan dengan cara menghancurkan atau menghilangkan kantung-kantung yang berisi cairan atau yang disebut dengan kista.

  • Operasi pembedahan epididimis

Operasi ini dilakukan untuk mengatasi penyumbatan epididimis dan pembedahan untuk mengambil sperma. Epididimis adalah struktur seperti gulungan di testis yang membantu menyimpan dan mengangkut sperma. Kadang-kadang epididimis bisa tersumbat yang dapat mencegah sperma ejakulasi secara normal. Jika ini menyebabkan kemandulan, operasi dapat digunakan untuk memperbaiki sumbatan.

4) Terapi Program Hamil

Selain dari obat-obatan dan operasi pembedahan, terapi program hamil juga dapat dilakukan untuk bisa segera hamil. Beberapa metodenya yaitu sebagai berikut.

A. In Vitro Fertilization (IVF) atau Bayi Tabung

Pada program bayi tabung, pembuahan terjadi di luar rahim. Sel telur dikeluarkan dari ovarium dan dibuahi oleh sperma dari suami,  proses pembuahan ini diproses di laboratorium. Telur yang telah dibuahi disebut dengan embrio. Jika telah berhasil, maka embrio kemudian dikembalikan ke dalam rahim Ibu untuk bisa tumbuh dan berkembang.  

Sebelum memulai program IVF, ada beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan terlebih dahulu yaitu:

  • Pengujian cadangan ovarium
  • Analisis air mani
  • Skrining penyakit menular
  • Praktek transfer embrio
  • Pemeriksaan rahim

B. Inseminasi Buatan

Inseminasi buatan bertujuan untuk meningkatkan jumlah sperma yang dapat mencapai tuba falopi sehingga terjadi pembuahan dan kehamilan. Inseminasi buatan dilakukan dengan cara menempatkan sperma langsung ke dalam rahim pada saat pelepasan sel telur (ovulasi) menggunakan kateter kecil.

Ada beberapa kondisi atau syarat untuk melakukan inseminasi buatan yaitu:

  • Tuba falopi dalam keadaan sehat dan tidak memiliki kelainan
  • Tidak memiliki kondisi endometriosis

Untuk memastikannya, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa prosedur ini aman dan sesuai dengan kondisi pasien. Pemeriksaan tersebut dapat berupa foto Rontgen, USG, atau hysterosalpingo-contrast sonography (HyCoSy) dengan gelombang suara.

Inseminasi buatan diawali dengan menyiapkan sampel sperma. Dari sampel sperma tersebut, akan diambil sperma yang terbaik sehingga memperbesar kemungkinan wanita untuk hamil. Dokter juga akan menentukan waktu pelaksanaan inseminasi buatan yang disesuaikan dari hasil pemantauan prediksi terjadinya ovulasi.

Proses inseminasi buatan ini biasanya berlangsung cukup cepat yaitu sekitar 10 menit. Beberapa tahapannya yaitu:

  • Berbaring di tempat tidur
  • Menggunakan spekulum untuk melebarkan vagina
  • Memasukkan kateter berisi sperma ke dalam vagina melalui serviks (pintu rahim) dan masuk ke dalam rahim
  • Menembakkan sperma ke dekat tuba falopi
  • Tetap berbaring selama beberapa saat, kemudian melepaskan kateter serta spekulum

Beberapa cara di atas dapat coba dilakukan untuk segera hamil. Semoga kamu dan pasangan segera diberikan kabar gembira kehamilan dan momongan ya!

Referensi

What To Expect. (2021). Your Preconception Checkup. Retrieved from https://www.whattoexpect.com/getting-pregnant/health-and-wellness/your-preconception-checkup/

American College of Obstetrician and Gynecologist (2020). Good Health Before Pregnancy: Prepregnancy Care. Retrieved from https://www.acog.org/womens-health/faqs/good-health-before-pregnancy-prepregnancy-care

National Health Service UK. (2022). How long does it usually take to get pregnant? Retrieved from https://www.nhs.uk/pregnancy/trying-for-a-baby/how-long-it-takes-to-get-pregnant/

National Health Service UK. (2020) Infertility Treatment. Retrieved from https://www.nhs.uk/conditions/infertility/treatment/