5 Strategi Efektif Untuk Mengatasi Anak yang Sering Melakukan Tantrum

5 Strategi Efektif Untuk Mengatasi Anak yang Sering Melakukan Tantrum

Tantrum atau meluapkan emosi dengan cara yang tidak sehat merupakan perilaku yang umum terjadi pada anak-anak. Tantrum seringkali muncul pada anak usia 15 bulan hingga 6 tahun (Zaviera, 2008). Ketika anak mengalami kelelahan atau frustasi, mereka dapat merespon dengan cara yang tidak terduga, seperti tantrum. Tantrum bisa terjadi di mana saja dan kapan saja loh Moms, terkadang bahkan di tempat umum yang dapat menimbulkan rasa malu bagi orang tua sendiri. Namun, sebagai orang tua kita harus tetap belajar bagaimana mengatasi tantrum anak dan membantunya untuk mengelola emosi mereka dengan cara yang lebih baik.

Jika anak sering mengalami tantrum, ini bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang salah atau tidak nyaman dalam hidup mereka nih Moms. Anak-anak yang merasa tidak terpenuhi kebutuhannya, misalnya sedang merasa lapar, lelah, atau bosan, cenderung lebih rentan mengalami tantrum. Selain itu, anak-anak juga bisa merespons dengan tantrum ketika mereka mengalami perubahan besar dalam hidup, seperti memulai di taman kanak-kanak atau sekolah baru, atau ketika terjadi konflik di dalam keluarga.

Oleh karena itu, kita sebagai orang tua penting banget untuk memiliki stratgei yang efektif dalam mengatasi tantrum anak. Dalam artikel ini, kami akan berbagi lima strategi yang terbukti ampuh dalam membantu anak mengelola emosinya dan menghindari tantrum. Setiap anak pastinya memiliki keunikan tersendiri dan mungkin ada strategi yang lebih cocok bagi anak Moms daripada yang lain. Yuk simak 5 tips berikut ini;

  1. Mengabaikan si Kecil

Sebagai seorang orang tua, mengabaikan anak selama tantrum mungkin tidak terdengar seperti strategi yang baik dalam mengatasi anak yang tantrum. Namun, dalam beberapa kasus yang ditemukan bahwa mengabaikan anak saat tantrum dapat membantu anak mengatasi emosinya secara mandiri dan belajar mengelola emosi mereka dengan cara yang lebih sehat.

Namun, tindakan mengabaikan ini sebaiknya hanya dilakukan selama anak tidak berada dalam situasi yang membahayakan dirinya ya Moms. Karena pada dasarnya mengabaikan anak bukan semata tidak memberikan perhatian kepada anak, tetapi Moms hanya memberikan ruang untuk anak dalam merespons secara mandiri terhadap emosinya. Terkadang, di saat anak sedang mengalami tantrum, perhatian yang berlebihan dari orang dewasa malah dapat memperburuk situasi. Hal ini dapat membuat anak merasa tidak dihargai. Tetapi, strategi ini harus tetap disesuaikan dengan perilaku si Kecil ya Moms.

2. Melakukan penenangan terhadap perilaku agresif

Menjadi salah satu strategi dalam mengatasi anak yang sering tantrum. Anak-anak seringkali kesulitan mengungkapkan emosi mereka dengan kata-kata, sehingga mengajarkan mereka untuk mengenali emosi dan mengungkapkannya secara verbal dapat membantu mereka dalam mengatasi emosi negatif yang mengakibatkan perilaku agresif.

3. Memberikan kesempatan anak untuk beraksi terhadap emosi negatif

Marah merupakan salah satu emosi negatif yang dapat dikeluarkan anak. Terkadang, anak perlu diberi kesempatan untuk merasakan emosi mereka dan bereaksi secara alami terhadap situasi yang memicu emosi tersebut.

4. Perlunya menahan berteriak sebagai orang tua

Ketika orang tua berteriak pada anak mereka, hal ini dapat membuat anak merasa terancam, tidak aman, dan cenderung meningkatkan intensitas tantrum. Teriakan juga dapat membuat anak merasa tidak dihargai dan dapat memperburuk hubungan antara orang tua dan anak. Dari pada berteriak, sebaiknya kita sebagai orang tua mencari cara-cara yang lebih efektif untuk membantu anak mengatasi emosi mereka dan memperkuat hubungan antara orang tua dan anak ya Moms.

5. Memberikan dukungan pada anak saat mengalami hambatan

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan anak melakukan tantrum yaitu kegagalan atau hambatan yang dirasakan oleh anak dalam melakukan kegiatannya yang sedang dijalani. Sebagai orang tua, kita dapat langsung mendampingi saat anak bermain ataupun melakukan aktivitas lain. Pada saat anak mulai tampak kesal, Moms bisa langsung mendatanginya dan mulai membantu si Kecil loh untuk melanjutkan aktivitasnya. Hal ini dapat memperkecil kemungkinan anak untuk melakukan tantrum dan dapat kembali menjadi tenang semula.

Dalam kesimpulannya, mengatasi anak yang sering melakukan tantrum memang akan membutuhkan kesabaran, konsistensi dan pemahaman ya Moms and Dads. Orang tua juga harus memahami bahwa tantrum merupakan bagian normal dari perkembangan anak dan dapat diatasi dengan 5 strategi diatas. Jika dari kelima strategi di atas, tetapi si Kecil tetap tidak berhenti melakukan tantrum, Moms and Dads dapat langsung memeluk erat. Hal ini dapat meredakan amarah yang sedang meluap-luap pada diri si Anak. Dan jika dengan memeluknya tetap tidak ada perubahan, Moms and Dads dapat langsung berkonsultasi dengan psikolog anak ya agar dapat mengetahui secara detail penyebab anak melakukan tantrum dan tak kunjung membaik.

Referensi

Kinds Health, Temper Tantrums.

Parents, How to Deal with Toddler Temper Tantrums.

Kompas. 7 Cara Menghadapi Tantrum pada Anak.

Halodoc, Jangan Panik Ini 5 Cara Mengatasi Anak Tantrum