Cara Membedong Si Kecil Dengan Benar Agar Aman & Nyaman

Cara Membedong Si Kecil Dengan Benar Agar Aman & Nyaman
Sumber : Mooimom.id @Nandita Adilfi

Tahu gak Moms? Bayi yang baru lahir biasanya perlu dibedong dengan selimut agar hangat dan merasa “dipeluk” seperti saat masih di dalam rahim.

Namun, bagi Moms yang pertama kali memiliki bayi mungkin masih bingung ya, gimana caranya membedong Si Kecil yang benar. Moms mungkin khawatir kalau cara membedong bayi yang salah malah bikin Si Kecil jadi berbahaya atau membuatnya jadi tidak nyaman. Tenang Moms, Kita akan membantu Moms untuk belajar cara membedong Si Kecil yang benar. Simak tulisannya sampai akhir ya!

Manfaat Membedong Bayi

Menurut American Academy of Pediatrics, membedong bayi dengan benar dapat membantu menenangkan bayi dan meningkatkan tidur, lho. Beberapa manfaat membedong bayi lainnya yaitu:

  • Mempertahankan suhu yang ideal bagi Si Kecil
  • Mencegah Si Kecil mengayun-ayunkan tangan yang bisa memicu refleks kagetnya sehingga jadi mudah terbangun saat tidur
  • Meningkatkan perkembangkan syaraf dan otot (neuromuscular)
  • Mengurangi tekanan atau stres fisik pada Si Kecil
  • Membuat koordinasi motorik lebih baik
  • Meningkatkan kemampuan mengendalikan diri (self-regulatory) lainnya

Langkah-Langkah Membedong

Sebelum membedong bayi, siapkan kain bedong atau selimut dengan bahan yang nyaman dan tidak membuat kepanasan, misalnya bahan katun. Berikut langkah-langkah membedong bayi yang aman:

  1. Cari permukaan yang datar

Sebelum mulai membedong bayi, pastikan dulu permukaan untuk membedongnya datar atau rata, ya. Lalu, gelar kain bedong dengan satu sudut mengarah ke atas atau ke posisi kepala Si Kecil. Lipat sedikit sudut atas ke bawah sekitar 15 sentimeter.

  1. Tempatkan Si Kecil di atas kain bedong

Setelah kain bedong siap, tempatkan Si Kecil di atas kain bedong dengan posisi menghadap ke atas. Kepalanya harus berada di atas ujung lipatan kain, dan badannya lurus ke bawah.

  1. Luruskan tangan kiri Si Kecil

Kemudian ambil sisi kiri kain bedong dan lilitkan di lengan dan dada kiri Si Kecil. Selipkan kain bedong di bawah lengan kanan dan punggungnya. Pada saat ini, lengan kiri Si Kecil akan tertutup, tetapi lengan kanannya bebas.

  1. Lipat sisi bawah kain ke atas

Lipat sudut bawah kain ke atas badan Si Kecil dan selipkan di bawah lipatan pertama, di bawah dagunya. Luruskan lengan kanan Si Kecil dan tarik sisi kanan kain untuk menutupi badannya dan selipkan di bawah sisi kirinya.

  1. Kunci dan sesuaikan bedongan

Putar bagian bawah kain bedong dan selipkan ke bagian bawah. Pastikan bedongan tidak terlalu ketat atau tidak terlalu longgar ya Moms.

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan saat membedong yaitu:

  • Bedongan tidak boleh terlalu longgar atau terlalu kencang. Lalu bagaimana caranya? Bedongan yang pas adalah ketika Moms bisa menyisipkan 2-3 jari antara kain bedong dengan dada Si Kecil. Selain itu, di bagian panggul buat agak longgar supaya ia bisa menggerakan kakinya ya
  • Kalau Si Kecil lebih suka tangannya dikeluarkan, tidak apa-apa ya Moms.
  • Jika Si Kecil terlalu banyak bergerak ketika Moms berusaha membedongnya, coba beri jeda beberapa menit sebelum mencobanya lagi. Tapi kalau sudah dibedong dan dia terus berusaha keluar dari bedongannya, maka ia mungkin memang tidak suka dibedong Moms. Tidak apa-apa kok tidak membedongnya, asal pastikan ia menggunakan pakaian yang nyaman dan cukup hangat ya.

Apakah Membedong Aman?

Membedong bayi aman ya Moms. Meski begitu, Moms perlu memperhatikan bedongan Si Kecil jangan sampai terlalu longgar atau terlalu ketat. Kain bedong yang terlalu longgar atau terbuka saat tidur bisa menutupi wajahnya dan berpotensi membuatnya sesak nafas. Kain bedong yang terlalu ketat terutama di bagian panggul dan kaki, membuat Si Kecil jadi menekuk kakinya yang bisa melukai pinggul, persedian, dan tulang rawannya Moms.

Kapan Perlu Berhenti Membedong

Membedong bayi memang memberikan banyak manfaat untuk bayi baru lahir. Tapi bisa jadi berbahaya untuk bayi yang sudah lebih besar, apalagi saat sudah bisa melepaskan bedongannya. Membedong juga bisa mengganggu perkembangan kesehatan bayi nih, hal karena menahan Si Kecil untuk melatih keterampilan motorik sesuai usianya.

Jadi kapan Moms harus berhenti membedong Si Kecil? Moms bisa berhenti membedong kalau Si kecil sudah lebih aktif dan mulai mencoba berguling ya, yang mana ini terjadi paling cepat 2 bulan, tetapi biasanya terjadi sekitar 3 atau 4 bulan.

Mungkin Moms masih merasa belum mahir atau takut-takut membedong Si Kecil ya. Tapi tenang saja, Moms akan makin lihai seiring waktu dan saat banyak berlatih kok. Tetap semangat ya, Moms!

Referensi

American Academy of Pediatrics. (2007). Swaddling: A Systematic Review. Retrieved from https://publications.aap.org/pediatrics/article-abstract/120/4/e1097/71284/Swaddling-A-Systematic-Review?redirectedFrom=fulltext

Healthy Children American Academy of Pediatrics. (2022). Swaddling: Is it Safe for Your Baby? Retrieved from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/diapers-clothing/Pages/Swaddling-Is-it-Safe.aspx Feeley, M.D. What To Expect. (2022). How to Swaddle a Baby. Retrieved from https://www.whattoexpect.com/first-year/baby-care/baby-care-101/secrets-to-swaddling.aspx#how