Cara Mengatasi Morning Sickness Saat Hamil
Moms sering mual-mual saat hamil? Mual dan muntah atau sering disebut dengan morning sickness merupakan gejala biasanya dialami di trimester pertama kehamilan, namun pada beberapa ibu hamil gejala ini juga bisa berlangsung hingga trimester kedua hingga ketiga kehamilan. Tenang saja, kondisi ini wajar dan normal terjadi ya, Moms.
Meski disebut morning sickness, mual dan muntah ini tidak hanya terjadi di pagi hari namun juga bisa di malam hari atau bahkan sepanjang hari, lho. Morning sickness biasanya terjadi di minggu ke-6 dan mencapai puncaknya di minggu ke-8 atau minggu ke-9.
Penyebab Morning Sickness
Hormon HCG yang meningkat selama hamil menjadi penyebab terjadinya morning sickness yang Moms alami. Morning sickness juga dipengaruhi oleh kemampuan indera penciuman yang meningkat secara signifikan saat hamil. Hal ini membuat Moms jadil sensitif terhadap bau dan memicu rasa mual. Selain itu, penurunan gula darah juga diduga bisa memicu gejala ini.
Selain itu ada juga beberapa faktor yang dapat memperparah morning sickness diantaranya yaitu:
- Memiliki bayi kembar
- Kelelahan
- Stres
- Sering bepergian
Cara Mengatasi Morning Sickness
Pada dasarnya morning sickness adalah kondisi normal, sehingga tidak ada penanganan khusus dari dokter untuk kondisi ini. Adapun beberapa cara yang dapat Moms lakukan untuk mengurangi keluhan morning sickness yaitu sebagai berikut.
1). Konsumsi air jahe
Untuk meredakan mual, Moms bisa meminum air rebusan jahe, makanan berbahan dasar jahe, atau permen jahe. Jahe memiliki sifat antiemetic (anti muntah) yang bekerja mengeluarkan gas yang berlebihan pada sistem pencernaan, sehingga dapat mengurangi mual yang Moms alami.
2). Gunakan aromaterapi atau wangi-wangian
Karena indera penciuman yang lebih sensitif, hindari bau-bauan yang menyengat ya, Moms. Selain itu Moms juga bisa menggunakan aromaterapi, essential oils, atau wangi-wangian lain yang menyegarkan seperti citrus.
3). Pola makan sehat
Untuk mengatasi mual, Moms juga bisa menyesuaikan pola makan, misalnya dengan cara makan dengan porsi lebih sedikit tetapi lebih sering. Hindari makanan yang berlemak, mengandung garam tinggi, dan pedas. Hindari juga makanan yang dapat memicu rasa mual atau meningkatkan asam lambung seperti kafein. Moms bisa nih mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B6, seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian untuk mengurangi mual.
4). Catat kapan mengalami mual
Perhatikan dan catat kapan Moms mengalami mual untuk mengidentifikasi pola dan pemicu mual. Hal ini dapat membantu Moms untuk menghindari penyebab Moms mengalami mual dan muntah. Misalnya, Moms biasanya selalu mual saat mencium tetangga memasak di sore hari, atau Moms biasanya mual setelah makan makanan berlemak seperti gorengan.
5). Minum air yang cukup
Menjaga agar tubuh tetap terhidrasi dengan minum air yang cukup dapat mengurangi rasa mual. Semakin tubuh mengalami dehidrasi, biasanya gejala mual akan semakin parah.
6). Istirahat yang cukup
Hal yang penting namun sering terlupakan yaitu istirahat cukup. Hal ini karena kelelahan bisa memperparah morning sickness. Selain itu, alihkan perhatian Moms pada aktivitas yang menyenangkan agar tidak terlalu memikirkan morning sickness.
Mengatasi Morning Sickness yang Parah
Apabila Moms mengalami morning sickness yang parah dan tidak reda setelah melakukan cara-cara di atas, maka Moms perlu mengkonsultasikannya ke dokter. Selain itu, Moms juga perlu segera ke dokter apabila mengalami kondisi lain yang menyertai mual dan muntah seperti:
- demam
- berat badan turun lebih dari 2 kg
- pusing
- muntah darah
- pusing dan/atau sakit kepala
- sering mual bahkan di trimester kedua
Referensi
National Health Service UK (2021). Vomiting and morning sickness. Retrieved from https://www.nhs.uk/pregnancy/related-conditions/common-symptoms/vomiting-and-morning-sickness/
Dr. Zhao, L. (2022). 15 Tips for Dealing With Morning Sickness. Retrieved from https://www.parents.com/pregnancy/my-body/morning-sickness/15-tips-for-dealing-with-morning-sickness/