Darah Tinggi Saat Hamil, Harus Apa Ya?
Tekanan darah tinggi selama kehamilan bisa menjadi bahaya jika tidak dikelola dengan baik, namun Moms tidak perlu panik karena ada cara untuk mengelola kondisi tersebut.
Penyebab Dara Tinggi Saat Hamil
Tekanan darah tinggi adalah kondisi yang umum terjadi di antara para ibu hamil. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 6-8 persen wanita hamil berusia antara 20 dan 44 tahun di Amerika Serikat mengalami darah tinggi.
Tekanan darah tinggi selama kehamilan bisa disebabkan oleh berbagai hal, antara lain:
- Kelebihan berat badan atau obesitas.
- Kurangnya aktivitas fisik.
- Merokok.
- Minum alkohol.
- Kehamilan pertama kali.
- Adanya riwayat keluarga yang pernah mengalami hipertensi terkait kehamilan.
- Hamil lebih dari satu anak.
- Berusia di atas 35 tahun.
- Mengidap diabetes atau penyakit autoimun tertentu.
Bahaya Tekanan Darah Tinggi Saat Hamil
Aliran Darah ke Plasenta Berkurang
Bila plasenta tidak mendapatkan cukup darah, bayi akan menerima oksigen dan nutrisi yang lebih sedikit. Hal ini bisa menyebabkan pertumbuhan yang lambat, berat badan lahir rendah atau kelahiran prematur. Kelahiran prematur bisa menyebabkan bayi mengalami masalah pernapasan, berisiko tinggi terkena infeksi, dan komplikasi lain.
Solusio Plasenta
Preeklamsia (hipertensi yang terjadi setelah 20 minggu usia kehamilan) bisa meningkatkan risiko terjadinya solusio plasenta, yaitu terpisahnya plasenta dari dinding dalam rahim sebelum melahirkan. Solusio yang parah bisa menyebabkan perdarahan yang hebat yang bisa mengancam jiwa ibu dan bayi.
Batasan Pertumbuhan Intrauterin
Hipertensi bisa menyebabkan pertumbuhan bayi ibu melambat atau menurun.
Kerusakan pada Organ Ibu
Hipertensi yang tidak terkendali bisa menyebabkan kerusakan pada otak, jantung, paru-paru, ginjal, hati dan organ vital lainnya. Pada kasus yang parah, kondisi tersebut bisa mengancam jiwa.
Penyakit Kardiovaskular di Masa Depan
Risiko ibu mengalami penyakit kardiovaskular di masa depan lebih tinggi jika ibu pernah mengalami preeklamsia lebih dari satu kali atau ibu pernah mengalami kelahiran prematur karena memiliki tekanan darah tinggi selama kehamilan.
Cara Mengatasi Tekanan Darah Tinggi Saat Hamil
Dapatkan Perawatan Prenatal Lebih Dini dan Teratur
Mulailah mengunjungi dokter kandungan lebih dini untuk mendapatkan perawatan prenatal dan usahakan untuk melakukan kunjungan prenatal secara teratur selama kehamilan.
Minum Obat Tekanan Darah Sesuai Resep
Bicarakanlah pada dokter tentang obat apa yang aman untuk diminum untuk mengatasi tekanan darah tinggi saat hamil. Jangan berhenti atau mulai minum obat jenis apa pun, termasuk obat bebas, tanpa membicarakannya terlebih dahulu dengan dokter kandungan ibu.
Pantau Tekanan Darah
Periksa tekanan darah secara teratur di rumah dengan tensimeter. Segera hubungi dokter bila tekanan darah ibu lebih tinggi dari biasanya atau bila ibu mengalami gejala preeklamsia. Ibu bisa menghubungi dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc untuk membicarakan keluhan ibu selama kehamilan.
Tetap Aktif
Tanyakan pada dokter kandungan mengenai jenis olahraga yang aman dilakukan selama kehamilan dan berolahraga lah secara rutin.
Konsumsi Makanan Sehat
Usahakan untuk memilih makanan sehat dan bergizi seimbang untuk dikonsumsi sehari-hari. Ibu juga bisa menemui ahli gizi bila ibu perlu bantuan untuk merencanakan menu makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
Hindari Pantangan saat Hamil
Selama masa kehamilan, ibu dilarang untuk merokok, mengonsumsi minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang.
Sumber:
Halodoc, https://www.halodoc.com/artikel/darah-tinggi-saat-hamil-apa-yang-harus-dilakukan diakses 19 Mei 2023.