Kenali Lebih Dekat, Apa Itu Papsmear?

Kenali Lebih Dekat, Apa Itu Papsmear?

Papsmear yaitu salah satu prosedur pemeriksaan pada leher rahim pada wanita. Leher rahim atau disebut juga serviks merupakan bagian paling rendah dari rahim. Fungsi utama dari pemeriksaan pap smear yaitu sebagai salah satu deteksi dini kanker serviks. Informasi lebih detail mengenai papsmear dapat langsung dibaca di bawah ya Moms.

Apa itu Papsmear?

Pap smear merupakan prosedur screening guna melihat potensi kanker serviks. Proses ini dapat disebut juga sebagai pap test, yang dimana dapat digunakan juga dalam melihat adanya lesi prakanker pada serviks.

Pap smear dilakukan dengan mengambil sebagian kecil sel-sel di lapisan terluar serviks, yang kemudian diperiksa menggunakan mikroskop untuk mengetahui apakah sel itu normal atau telah mengalami perubahan yang berisiko mengarah pada perkembangan kanker di kemudia hari.

Melakukan screening seperti menjalani tes IVA dan tes pap dapat memberikan peluang kesembuhan yang lebih besar bagi pasian yang didiagnosis mengalami kanker serviks. Hal ini didasari oleh semakin dini sel kanker ditemukan, maka akan semakin cepat juga untuk pengobatan kanker serviks yang dapat dilakukan. Dengan demikian, pasian pun akan memiliki peluang dalam pemulihannya.

Siapa yang wajib Papsmear?

Pada dasarnya, semua wanita harus melakukan tes untuk mendeteksi kanker serviks. Dokter biasanya menganjurkan agar Moms melakukan tes ini terlebih dahulu sebelum usia 21 tahun, atau setidaknya saat Moms aktif secara seksual. Apalagi jika Moms sudah mengalami berbagai gejala kanker serviks.

Setelah itu adalah waktu yang tepat untuk mengulang tes pap secara rutin setiap tiga tahun sekali hingga usia 65 tahun. Untuk wanita di atas 30 tahun, sebaiknya tes dilakukan setiap 5 tahun jika tesnya adalah tes HPV (Human Papillomavirus). Namun, jika Moms tergolong pasien berisiko tinggi, tes ini mungkin lebih sering direkomendasikan kepada Moms tergantung pada usia Moms sekarang. Seorang wanita dikatakan berifiko tinggi terkena kanker serviks jika memiliki faktor risiko. Berbagai faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker serviks antara lain:

  • Pernah didiagnosis kanker serviks, atau hasil tes screening sebelumnya menunjukkan adanya perkembangan sel prakanker.
  • Terpapar dengan dietilstilbestrol (DES) sebelum lahir.
  • Terinfeksi virus HPV.
  • Sistem kekebalan tubuh lemah karena transplantasi organ, kemoterapi, atau sedang menggunakan obat kostikosteroid dalam waktu lama.

Ada beberapa kondisi kesehatan yang juga menganjurkan untuk lebih sering melakukan tes skrining ini. Kondisi kesehatan yang memerlukan pap smear rutin antara lain wanita yang positif HIV dan wanita yang memiliki daya tahan tubuh lemah. Namun, tes ini tidak dapat mendeteksi penyakit seperti kanker ovarium, klamidia, gonore, trikomoniasis, sifilis, herpes genital, dan PCOS.

Tahapan pemeriksaan

Sebelum Pemeriksaan

  • Hindari berhubungan seksual 1-2 hari sebelum tes dilakukan.
  • Hindari membersihkan vagina dengan douche 1-2 hari sebelum tes. Cukup bersihkan vagina Anda dengan air hangat.
  • Hindari memasang kontrasepsi vagina, seperti busa/krim/jeli yang diletakkan di dalam vagina sekitar 1-2 hari sebelum tes.
  • Hindari penggunaan obat-obatan untuk vagina dua hari sebelum tes.
  • Pastikan Moms telah mengosongkan kandung kemih tepat sebelum melakukan tes.

Setelah Pemeriksaan

Ada beberapa hal yang akan dirasakan Moms setelah pemeriksaan papsmear yaitu vagina terasa sedikit tertekan dan mengeluarkan sedikit darah. Tidak usah panik ya Moms, karena hal ini normal terjadi setelah pap smear dan dapat membaik dengan sendirinya.

Hasil pap smear biasanya keluar 1-3 minggu setelahnya. Jika negatif, artinya leher rahim Anda dalam kondisi normal. Namun, hasil yang positif bukan berarti Moms langsung didiagnosis memiliki kanker serviks ya. Hal ini menunjukkan adanya sel abnormal dalam leher rahim.

Sumber :

Aido Health, "Apa itu Pap Smear, Manfaat serta risiko", https://aido.id/health-articles/manfaat-pap-smear-dan-efek-samping-setelah-pap-smear/detail diakses 17 April 2023.

Hello sehat, "Apakah pemeriksaan pap smear bisa untuk mendeteksi virus HPV", https://hellosehat.com/wanita/tes-kesehatan-wanita/pap-smear/ diakses 17 April 2023.