Ketahui Infeksi Jamur Saat Menyusui!
Infeksi jamur Candida dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, tetapi sering ditemukan pada lingkungan yang hangat dan lembab. Salah satu area yang rentan adalah puting susu yang pecah-pecah, yang memberikan kondisi yang ideal bagi Candida untuk tumbuh dan berkembang.
Saat menyusui, bayi dapat terinfeksi dengan jenis kandidiasis oral yang dikenal sebagai thrush. Ini adalah infeksi jamur yang umum terjadi di mulut bayi. Thrush dapat menyebar ke puting dan dalam beberapa kasus, ibu dan bayi dapat saling menularkan infeksi jamur tersebut, seperti yang dikutip dari laman Cleveandclinic.
Gejala yang paling umum dari infeksi jamur ini adalah nyeri pada puting susu dan payudara. Ibu mungkin merasakan nyeri yang menusuk atau menusuk dalam pada payudara. Rasa sakit ini mungkin dirasakan selama atau setelah menyusui, dan tidak hilang meskipun posisi menyusui atau pelekatan bayi diubah. Selain itu, puting susu ibu mungkin terasa lembut saat disentuh, dan ibu mungkin merasakan nyeri saat pakaian menyentuh puting.
Ciri-Ciri Adanya Jamur
Tanda-tanda lain dari infeksi jamur pada puting susu meliputi:
- Sensasi terbakar atau menyengat pada puting susu.
- Gatal pada puting susu.
- Perubahan warna pada puting susu menjadi cerah atau mudah merah.
- Pecah-pecah pada puting susu.
- Kulit areola (lingkaran di sekitar puting) menjadi kering atau mengelupas.
- Munculnya ruam dengan lepuh kecil.
- Mungkin juga terdapat tanda-tanda sariawan pada mulut bayi.
Untuk mencegah infeksi jamur Candida, penting untuk menjaga kebersihan dan kekeringan area yang terkena. Seperti yang dikatakan oleh Donna Murray, RN, BSN, yang dikutip dari laman Very Well Family, menjaga kebersihan dan kekeringan merupakan kunci untuk mencegah pertumbuhan Candida yang subur, mengingat jamur tersebut tumbuh lebih baik di daerah yang lembab dan gelap.
Cara Mencegahnya Nih Moms
- Sering cuci tangan
- Jaga puting tetap kering
- Ganti bantalan payudara secara sering
- Jaga perlengkapan bayi tetap bersih
- Perhatikan pola makan