Ketahui Pemeriksaan yang Perlu Dilakukan Selama Kehamilan

Ketahui Pemeriksaan yang Perlu Dilakukan Selama Kehamilan

Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan

Pemeriksaan kehamilan atau antenatal care bertujuan untuk memastikan bahwa kehamilan berjalan sehat, mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan, persalinan, dan setelahnya, serta membantu ibu mengelola kehamilan dan persiapan untuk menjadi orang tua.

Menurut Kementerian Kesehatan, ada tujuh tujuan pemeriksaan kehamilan yaitu:

  1. Memantau kemajuan proses kehamilan demi memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.
  2. Mengetahui adanya komplikasi kehamilan yang mungkin saja terjadi saat kehamilan sedari dini, termasuk adanya riwayat penyakit dan tindak pembedahan jika diperlukan.
  3. Meningkatkan serta mempertahankan kesehatan ibu dan bayi.
  4. Mempersiapkan proses persalinan sehingga dapat melahirkan bayi dengan selamat serta meminimalkan trauma yang dimungkinkan terjadi pada masa persalinan.
  5. Mencegah kematian dan angka kesakitan pada ibu akibat gangguan kehamilan
  6. Mempersiapkan peran sang ibu dan keluarga untuk menerima kelahiran anak agar mengalami tumbuh kembang dengan normal.
  7. Mempersiapkan ibu untuk melewati masa nifas dengan baik serta dapat memberikan ASI eksklusif pada bayinya.

Jenis-Jenis Pemeriksaan Kehamilan

Pemeriksaan kehamilan atau antenatal care ini terdiri dari beberapa jenis pemeriksaan menyesuaikan dengan tujuan yang berbeda-beda, Moms. Ada tes yang ditujukan untuk memantau kondisi dan tumbuh kembang janin, tes untuk mendeteksi apakah ada komplikasi kehamilan tertentu, serta pemeriksaan untuk mengidentifikasi berat badan yang dianjurkan selama kehamilan.

Berikut beberapa pemeriksaan kehamilan yang umum dilakukan.

1). Ultrasonografi (USG)

Moms mungkin familiar ya dengan pemeriksaan kehamilan satu ini. Tes ultrasonografi atau USG adalah pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara (ultrasound) untuk menciptakan gambar dari bagian tubuh tertentu, dalam konteks kehamilan berarti rahim.

USG dapat digunakan untuk melihat perkembangan janin, menentukan jenis kelamin janin, mengevaluasi kondisi plasenta dan cairan ketuban, dan juga memantau kondisi ibu hamil, seperti mengecek denyut jantung janin dan mengevaluasi keadaan rahim.

2). Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik mencakup pemeriksaan tekanan darah, berat badan, tinggi badan hingga indeks massa tubuh Moms. Pemeriksaan fisik ini penting dilakukan untuk menentukan berat badan yang dianjurkan selama kehamilan sesuai dengan kondisi fisik Moms.

3). Tes darah

Pada awal kehamilan, Moms akan diminta melakukan tes darah untuk memeriksa kondisi Moms yang mungkin akan memengaruhi kehamilan dan persalinan. Tes darah ini memiliki beberapa tujuan yaitu:

  • pemeriksaan kekebalan tubuh terhadap infeksi tertentu, misalnya herpes simpleks, cacar air, atau rubella
  • mengukur tingkat hormon hCG

Di trimester kedua dan ketiga, Moms juga akan diminta untuk tes darah dengan tujuan untuk:

  • mendeteksi apakah Moms memiliki risiko gangguan kehamilan tertentu seperti anemia sel sabit dan anemia gestasional
  • pemeriksaan golongan darah termasuk Rh

4). Tes urin

Saat hamil, dokter juga akan meminta Moms untuk melakukan tes urin. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi apakah ibu hamil memiliki komplikasi kehamilan seperti preeklampsia dan diabetes gestasional. Komplikasi ini masih bisa diobati, akan tetapi akan menjadi berbahaya jika tidak terdeteksi selama hamil.

5). Tes skrining genetik

Tes skrining genetik bertujuan apakah Moms memiliki genetik (atau genetik “karier”) akan kondisi kesehatan tertentu seperti fibrosis kistik atau atrofi otot tulang belakang. Dokter akan mengambil sampel darah atau melakukan swab saliva dan mengeceknya di lab. Tes ini terdiri dari tes amniocintesis dan tes CVS (Chronionic Virus Sampling).

Kapan Perlu Melakukan Pemeriksaan Kehamilan

Pemeriksaan kehamilan pada kehamilan normal minimal dilakukan 6 kali dengan rincian:

Trimester pertama sebanyak dua kali, trimester kedua sekali, dan trimester ketiga sebanyak tiga kali. Cek rincian tes yang perlu dilakukan tiap trimester di bawah ini ya, Moms.

1). Trimester Pertama

Pada trimester pertama, pemeriksaan kehamilan yang dilakukan yaitu:

  • Pemeriksaan USG pertama saat hamil
  • Pemeriksaan fisik
  • Tes darah
  • Tes genetik CVS

2). Trimester Kedua

Di trimester kedua, pemeriksaan kehamilan yang perlu Moms lakukan yaitu:

  • Tes USG
  • Tes gula darah
  • Pemeriksaan tekanan darah
  • Tes genetik amniocintesis

3). Trimester Ketiga

Pemeriksaan kehamilan di trimester ketiga membutuhkan Moms untuk lebih sering check-up ke dokter untuk memantau kondisi janin dan kondisi kesehatan Moms menjelang persalinan. Pemeriksaan kehamilan yang dilakukan di trimester ketiga terdiri dari pemeriksaan ibu dan janin. Pemeriksaan janin terdiri dari:

  • Pemeriksaan posisi janin
  • Pemeriksaan berat badan janin
  • Cek gerakan janin
  • Cek detak jantung bayi

Sementara itu, pemeriksaan ibu mencakup:

  • Pemeriksaan serviks
  • Pemeriksaan panggul
  • Tes darah

Pemeriksaan kehamilan ini dapat berbeda menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi ibu dan janin, ya. Beberapa ibu mungkin membutuhkan pemeriksaan lebih banyak atau lebih sering. Agar Moms ingat pemeriksaan apa saja yang perlu dilakukan tiap minggunya, Moms bisa cek To-Do List Kita dan pasang reminder untuk mendapatkan pengingat. Cek sekarang di sini yuk!

Referensi

Kementerian Kesehatan. (2018) Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan (ANC) di Fasilitas Kesehatan. Retrieved from https://promkes.kemkes.go.id/pentingnya-pemeriksaan-kehamilan-anc-di-fasilitas-kesehatan

What To Expect. (2022). Screenings and Tests During Pregnancy. Retrieved from https://www.whattoexpect.com/pregnancy/screenings-and-tests-during-pregnancy/#First-Trimester-Tests

Halodoc. (2018). https://www.halodoc.com/artikel/antenatal-care-pemeriksaan-kehamilan-untuk-ibu-di-trimester-kedua

dr. Pawitri (2021). Daftar Pemeriksaan Kehamilan Trimester Pertama yang Penting. Retrieved from https://www.sehatq.com/artikel/pemeriksaan-kehamilan-trimester-1