Trauma Pasca Keguguran? Moms Perlu Tahu Cara Tepat Menanganinya
Keguguran adalah sebuah kondisi ketika janin meninggal di dalam rahim secara mendadak pada usia 20 minggu pertama. Sekitar 10%-20% dari wanita yang hamil, mengalami keguguran. Dikutip dari Mayo Clinic, sekitar 50% wanita mengalami keguguran bahkan sebelum mereka menyadari kehamilannya.
Kesedihan yang dialami oleh calon ibu yang telah kehilangan calon bayinya memang tidak bisa dihilangkan. Namun, bukan berarti tidak bisa diatasi. Ada beberapa cara yang membantu Moms dalam proses penyembuhan, baik mental maupun fisik. Ada beberapa cara yang perlu Moms ketahui mengenai cara penanganan ini, simak terus ya.
Dari Penyesalan Hingga Duka Mendalam, Respon Emosional dari Keguguran
Rasa kesedihan yang mendalam pada calon ibu yang kehilangan janinnya, adalah hal yang sangat normal. Banyak wanita yang sudah menyadari bahwa rasa duka mendalam tersebut sangat wajar. Mereka juga menyadari bahwa calon ibu yang keguguran sangat membutuhkan dukungan lebih dan perawatan yang tepat.
Tidak jarang, kesedihan yang dialami bisa lebih intens ketika Moms mengetahui ada calon Si Kecil di dalam rahim. Faktanya, banyak wanita yang justru lebih memilih menyendiri dengan kesedihannya setelah keguguran. Hal ini karena mereka belum memberitahu orang sekitar mengenai kehamilannya. Tapi perlu digaris bawahi bahwa semua respon trauma dari keguguran setiap calon ibu adalah berbeda.
Beberapa tanda respon trauma yang umum dialami oleh calon ibu adalah seperti:
- Kelelahan yang berlebih hingga membuat lemas.
- Berkurangnya nafsu makan.
- Insomnia atau susah tidur.
- Perasaan bersalah, kecenderungan untuk menyalahkan diri sendiri.
- Amarah yang berlebih, baik pada diri sendiri dan sekitarnya.
- Keterkejutan atas keguguran yang dialami.
- Gangguan kecemasan.
- Depresi
Perlu diingat bahwa setiap wanita mengalami kesedihan dengan gejala maupun pengalaman yang berbeda. Tidak ada takaran atau cara yang tepat dalam menunjukkan kesedihan ini, karena pada dasarnya setiap orang berbeda dalam memproses kejadian traumatis tersebut.
Ada beberapa pengalaman yang umum dialami oleh wanita yang mengalami keguguran. Beberapa diantaranya adalah:
- Kecenderungan untuk menyalahkan diri sendiri secara berlebih.
Tidak jarang, banyak calon ibu yang mengira bahwa keguguran yang terjadi disebabkan oleh perbuatan mereka. Seperti, tidak memperhatikan kesehatan diri, jarang mengonsumsi vitamin, bekerja terlalu berlebihan, atau berolahraga berlebihan. Namun, contoh tersebut bukanlah penyebab keguguran. Kelainan genetis adalah penyebab utamanya dan hal ini bisa dikonsultasikan lebih jauh dengan dokter spesialis.
2. Mengalami 5 tahapan kesedihan.
Mengalami 5 tahapan kesedihan adalah hal yang paling umum, mulai dari keterkejutan, amarah hingga ke tahap penerimaan atas hal yang terjadi. Beberapa mungkin akan sampai ke tahap penerimaan lebih cepat daripada yang lain, tapi ini sama sekali bukan perlombaan. Setiap orang memiliki ukuran kesedihan dan cara dalam menanganinya. Jadi, apapun yang Moms rasakan adalah normal dan wajar.
3. Perubahan hormon.
Keguguran pastinya akan menimbulkan rasa traumatis yang mendalam. Emosi juga tidak stabil dan hal itu tidak terlepas dari peranan hormon. Perubahan hormon yang cepat dan tidak pasti tersebut kemudian membuat emosional seorang wanita menjadi cepat berubah. Butuh 4 sampai 5 minggu hingga hormon kembali normal.
4. Mudah terpicu (triggered) dengan hal-hal kecil.
Kabar mengenai kerabat atau teman yang hamil atau berada di dekat anak kecil, dua contoh tersebut tidak jarang membuat wanita yang keguguran merasa tidak nyaman. Begitu pula ketika Hari Perkiraan Lahir tiba, banyak wanita yang keguguran merasakan kesedihan mendalam. Namun, hal-hal tersebut adalah wajar. Bahkan, jika Moms ingin menjaga jarak dengan hal-hal yang sekiranya akan membuat tidak nyaman, hal tersebut sangatlah dianjurkan.
5. Respon bersedih yang berbeda antar pasangan.
Perlu diketahui jika rasa sedih dari keguguran bisa melibatkan orang lain, yaitu pasangan. Meskipun cara memperlihatkan kesedihan tersebut berbeda, Moms perlu mengetahui bahwa kalian berdua sedang merasakan rasa kesedihan yang sama. Maka dari itu, komunikasi menjadi kunci agar Moms dan pasangan bisa saling menguatkan diri.
Jangan Khawatir, 3 Cara Ampuh Agar Moms Merasa Lebih Baik
Setelah pembahasan mengenai gejala-gejala dan pengalaman yang umum dialami oleh para wanita yang keguguran, pasti Moms bertanya-tanya mengenai cara penanganannya. Nah, berikut akan dijabarkan mengenai cara penanganan yang tepat agar Moms dan pasangan bisa melalui kesedihan atas keguguran lebih mudah.
- Moms harus memahami bahwa kesedihan tersebut wajar.
Tidak jarang, orang-orang disekitar sering kali memaksa Moms untuk segera move on atau menganggap kesedihan tersebut berlebihan. Jarangnya pembahasan mengenai kesedihan atas keguguran ini, membuat banyak wanita yang mengira bahwa reaksi tersebut memang berlebihan. Padahal, faktanya rasa bersedih tersebut sangatlah lumrah.
Moms tidak perlu cepat-cepat untuk merasa baik-baik saja, atau juga menyimpan semuanya sendirian. Apapun yang dirasakan, baik itu sedih dan amarah, semua perasaan itu adalah wajar.
2. Biarkan diri merasakan 'perasaan' tersebut.
Daripada berusaha untuk menyangkal perasaan sedih, amarah, dan penyesalan tersebut, Moms lebih baik untuk membiarkan diri ikut bersama dengan rasa-rasa tersebut. Jika Moms melakukan hal yang sebaliknya, kemungkinan besar untuk merasakan rasa sedih, amarah, dan penyesalan tersebut bertahan lebih lama semakin besar. Jadi, lebih baik Moms menerima perasaan-perasaan tersebut.
3. Lakukan upacara pemakaman si calon buah hati.
Banyak wanita yang kehilangan si calon buah hatinya kemudian melakukan upacara pemakaman. Hal ini bertujuan untuk berbagi rasa kesedihan dan berkabung tersebut dengan yang lainnya. Terlebih, hal ini juga akan sangat membantu Moms untuk merasa bahwa dia tidak sendiri ketika mengalami ini.
Meskipun upacara pemakaman hanya bisa dilakukan ketika di usia kandungan tertentu, Moms juga bisa melakukannya dengan cara lain jika tidak memungkinkan. Seperti menyalakan lilin, bekreasi dengan scrapbook dengan benda-benda selama kehamilan, atau juga membuat ukiran dalam perhiasan yang mengingatkan pada masa kehamilan.
Kesedihan setelah keguguran tidak selalu sama setiap harinya. Ada kala saatnya Moms merasa baik-baik saja dan keesokannya berubah drastis. Bahkan, setelah berbulan-bulan keguguran terjadi, tidak jarang pula perasaan duka tersebut kembali datang dan membuat Moms merasa tidak nyaman. Sehingga, sangat mungkin jika kesedihan tersebut akan tetap dialami oleh sebagian besar wanita setelah keguguran.
Hal-hal tersebut yang membuat Moms dianjurkan untuk mencari dukungan, baik dari kerabat, teman, atau bahkan ke profesional. Seperti ke komunitas ibu hamil atau psikiater yang selalu siap membantu Moms dalam keadaan apapun. Moms juga bisa melakukan konsultasi dengan Asisten Tika di Kita Apps yang juga selalu siap membantu.
Sumber:

:max_bytes(150000):strip_icc()/nicoletaionescu-662b89ee01d44f8aad9bf443e5151423.jpg)

