Kontraksi Asli atau Palsu? Ini Cara Membedakannya!

Kontraksi Asli atau Palsu? Ini Cara Membedakannya!

Apa itu Kontraksi?

Salah satu tanda persalinan adalah perut mengencang dan keras yang disebut dengan kontraksi. Gejala kontraksi yang dirasakan mirip kram saat menstruasi, terasa ada tekanan di perut bagian bawah. Ketika rahim berkontraksi, Moms juga mungkin merasakan nyeri yang hebat di punggung atau panggul, nyeri ini juga bisa menjalar ke paha hingga betis.

Kontraksi terjadi karena perut Moms mendorong Si Kecil ke jalan lahir sebagai tanda akan melahirkan. Selama kontraksi, otot-otot perut yang mengencang dan mengendur berulang-ulang. Tapi tidak semua kontraksi menjadi awal persalinan ya, bisa jadi kontraksi yang dirasakan Moms juga merupakan kontraksi palsu, lho.

Apa itu Kontraksi Palsu?

Kontraksi palsu atau kontraksi Braxton-Hicks adalah kontraksi dengan pola yang tidak teratur yang terjadi di pertengahan kehamilan. Mungkin Moms merasakan kontraksi seperti akan melahirkan, tetapi ini bukan tanda persalinan yang sebenarnya.

Kontraksi palsu terjadi untuk mempersiapkan tubuh untuk persalinan. Kontraksi ini tidak benar-benar menyebabkan leher rahim melebar (berdilatasi). Kontraksi palsu biasanya mereda ketika Moms berganti posisi. Kontraksi palsu juga biasanya hilang timbul dan intensitasnya tidak semakin meningkat seiring waktu.

Lalu bagaimana caranya ya membedakan kontraksi palsu dan asli?

Cara Membedakan Kontraksi Asli dan Kontraksi Palsu

Biasanya, kontraksi palsu lebih tidak teratur dan tidak terlalu intens seperti kontraksi asli. Jika Moms mengalami kontraksi, coba rekam kontraksinya sambil beristirahat dan minum air ya. Jika kontraksi mereda, maka hal tersebut bukan merupakan kontraksi persalinan sebenarnya.

Berikut ini adalah beberapa perbedaan kontraksi asli dan kontraksi palsu yang perlu Moms ketahui.

1). Waktu dan frekuensi kontraksi

Frekuensi kontraksi palsu semakin sering seiring waktu dan biasanya memiliki selang waktu yang teratur. Kontraksi asli memiliki pola yang teratur. Setiap kali kontraksi bisa  berdurasi 30 hingga 70 detik, dan berulang tiap 5 menit.

Sedangkan kontraksi palsu tidak memiliki pola dan tidak semakin sering seiring waktu.

2). Intensitas kontraksi

Intensitas kontraksi asli meningkat atau nyeri yang dirasakan semakin hebat. Sedangkan kontraksi palsu umumnya tidak semakin intens dan akan berhenti kalau Moms berjalan atau beristirahat.

3). Perubahan Posisi

Kontraksi asli tidak mereda meskipun berganti posisi. Sedangkan kontraksi palsu biasanya mereda ketika berganti posisi, seperti dari duduk ke berdiri atau sebaliknya. Selain itu biasanya kontraksi palsu akan menghilang ketika berjalan atau beristirahat.

4). Lokasi nyeri

Nyeri kontraksi asli biasanya dimulai dari punggung lalu menjalar ke bagian depan tubuh. Nyeri ini juga biasanya menjalar hingga ke sekujur tubuh, seperti ke paha, punggung, bahu, dan betis. Sedangkan kontraksi palsu biasanya mulai muncul dari bagian depan tubuh atau dari perut.

Selain dari tanda-tanda di atas, biasanya untuk memastikan apakah Moms mengalami kontraksi yaitu dengan melakukan pemeriksaan vagina oleh dokter.

Apa yang Perlu Dilakukan Saat Kontraksi?

Ketika terjadi kontraksi palsu, Moms dapat melakukan beberapa cara berikut.

  • Rekam kontraksi untuk mengetahui durasi dan merekam riwayat kontraksi untuk bisa melihat pola dari tiap kontraksi.

Moms bisa menggunakan fitur Rekam Kontraksi di Kita App untuk merekam dan melihat riwayat kontraksimu loh.

  • Berganti posisi, misalnya dari posisi duduk ke berbaring atau berdiri
  • Perbanyak waktu istirahat
  • Minum air, susu, atau teh hangat
  • Coba ganjal atau menopang perut ketika berdiri atau berbaring

Kalau Moms merasa kontraksi yang dirasakan adalah tanda akan melahirkan, coba segera hubungi dokter ya Moms.

Referensi

American College of Obstetrician and Ginecologist. (2020). How to Tell When Labor Begins. Retrieved from

https://www.acog.org/womens-health/faqs/how-to-tell-when-labor-begins