Pentingnya Melakukan Vaksinasi Kanker Serviks

Pentingnya Melakukan Vaksinasi Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan kanker yang tumbuh pada sel-sel di dalam rahim dan umumnya disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Penularan virus ini dapat terjadi melalui kontak hubungan seksual (terutama hubungan seks berisiko) seperti tidak memakai pengaman ataupun sering bergantinya pasangan seksual.

Sumber : Labcito.co.id

Berdasarkan Globocan (2018), kanker serviks menduduki urutan kedua untuk jumlah penderita terbanyak di Indonesia. Pada tahun 2018, terdapat 32.469 jumlah kasus baru penderita kanker serviks di Indonesia.

Jenis Kanker Serviks

Terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Karsinoma sel skuamosa (KSS)

KSS ini merupakan jenis kanker serviks yang paling sering terjadi. KSS bermula di sel skuamosa serviks, yaitu sel yang melapisi bagian luar lehem rahim.

  • Adenokarsinoma

Adenokarsinoma merupakan jenis kanker serviks yang bermula di sel kelenjar pada saluran leher rahim.

Meski jarang terjadi, kedua jenis kanker serviks di atas dapat terjadi secara bersamaan. Kanker serviks juga bisa terjadi pada sel leher rahim selain sel skuamosa atau sel kelender, tetapi hal ini sangat jarang terjadi.

Angka Harapan Hidup

Angka ini merupakan sebuah harapan hidup pada penderita kanker serviks, tetapi balik lagi hal ini bergantung pada stadium yang dialaminya. Angka ini juga berlaku bagi penderita yang masih hidup 5 tahun setelah didiagnosis menderita kanker serviks.

Sebagai contoh, angka harapan hidup 80% berarti 80 dari 100 penderita bertahan hidup hingga 5 tahun atau lebih setelah terdiagnosis kanker serviks.

Berikut gambaran angka harapan hidup berdasarkan stadium yang dialaminya:

  • Stadium 1: 90% atau lebih
  • Stadium 2: 60-80%
  • Stadium 3: 50%
  • Stadium 4: Kurang lebih 30%

Pencegahan Dengan Vaksinasi

Vaksinasi untuk kanker serviks sekarang sudah memasuki program wajib pemerintah. Akan selalu diberikan pada bulan Agustus secara gratis bagi mereka yang masuk sasaran kelompok wajib vaksinasi, yaitu anak usia 10-13 tahun atau anak kelas 5-6 SD. Dan untuk remaja usia 10-13 tahun, pemberian vaksin HPV yaitu 2 dosis.

Usia 16-18 tahun juga masih bisa mendapatkan vaksin HPV di berbagai fasilitas kesehatan. Dan jka wanita belum mendapatkan vaksi kanker serviks sepenuhnya hingga usia 26 tahun, ia tetap bisa mendapatkan vaksin lengkap asalkan sudah sesuai dengan hasil konsultasi dengan dokter sebelumnya.

Jenis Vaksin Kanker Serviks

  • Vaksin Cervarix

Digunakan untuk mencegah kanker serviks yang disebebkan oleh infeksi HPV-16 dan HPV-18. Vaksin ini bisa diberikan kepada wanita berusia 9-25 tahun.

  • Vaksin Gardasil

Digunakan untuk mencegah kanker serviks, kanker vulva, serta kanker pada vagina dan anus. Pencegahan infeksi yang disebabkan oleh HPV-16 dan HPV-18, dapat juga mencegah infeksi virus HPV-6 dan HPV-11 yang menyebabkan kutil kelamin. Vaksin ini dapat dilakukan pada pria maupun wanita usia 9-26 tahun.

  • Vaksin Gardasil 9

Pencegahan infeksi HPV ini mencakup HPV-31, HPV-33, HPV-45, HPV-52 dan HPV-58 yang juga menyebabkan penyebab kanker serviks. Dapar dilakukan pada pria maupun wanita usia 9-45 tahun.

Risiko efek samping dari melakukan vaksin kanker serviks tergolong ringan dan hanya terjadi sementara. Biasanya sering dikeluhkan yaitu bengkak, nyeri dan kemerahan di area suntikan serta sakit kepala. Terkadang pada sebagian orang dapat mengalami demam, mual, serta rasa sakit di sekitar lengan, tangan atau kaki, hingga muncul ruam yang gatal. Bila ingin memperoleh vaksin kanker serviks, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui efek samping apa saja yang harus diwaspadai.

Sumber :

Alodokter, https://www.alodokter.com/kanker-serviks diakses pada 12 April 2023.

Alodokter, https://www.alodokter.com/ini-pentingnya-vaksin-kanker-serviks diakses pada 12 April 2023.