Persiapan Persalinan: Beberapa Komplikasi Saat Persalinan

Persiapan Persalinan: Beberapa Komplikasi Saat Persalinan

Setiap Ibu Hamil pasti selalu menginginkan agar proses persalinan yang lancar dengan tanpa masalah. Tetapi, pada umumnya beberapa perempuan yang sedang hamil akan mengalami komplikasi yang dapat melibatkan kesehatan mereka, kesehatan bayi, ataupun keduanya. Pentingnya melakukan kunjungan rutin ke dokter atau bidan bersertifikasi yang dapat menjadi antisipasi terhadap masalah yang mungkin terjadi lho Moms.

Berikut beberapa komplikasi selama proses persalinan

a. Gawat Janin

Istilah ini sering dikaitkan dengan denyut janin dimana diasumsikan bayi dalam bahaya keika detak jantungnya lambat atau denyut jantung tidak kembali normal setelah kontraksi.

Jika serviks sepenuhnya melebar dan kepala bayi sudah di bawah, dokter atau bidan dapat menggunakan forceps atau vacuum extractor untuk menarik bayi sehingga proses melahirkan dapat dilakukan dengan cepat. Jika tidak, maka ini bisa jadi harus diselesaikan di meja operasi.

b. Bayi Sungsang

Pada umumnya jarang terjadi dan hanya terjadi pada 4 persen ibu hamil. Posisi ini dapat diperbaiki pada minggu 32 dan 37 kehamilan. Dengan latihan atau peregangan juga dapat dilakukan untuk memperbaiki posisi tersebut lho Moms!

Biasanya dokter akan mencoba tindakan eksternalnya dengan membalikan bayi secara manual yang dimana dokter akan memberikan tekanan pada perut Moms. Tapi, jika tidak berhasil biasanya dokter akan menyatankan proses melahirkan dengan operasi caesar.

c. Plasenta Previa

Kondisi dimana plasenta menutupi leher rahim. Biasanya ditemukan di awal kehamilan. Plasenta yang menutupi leher rahim pada usia minggu ke 36, maka akan diatasi dengan penjadwalan proses melahirkan dengan operasi caesar.

d. Terlilit Tali Pusar

Terlilit tali pusar tidak selalu bayi dalam bahaya ya Moms. Bahkan jika hal ini mengakibatkan detak jantung bayi menurun, bukanlah hal yang serius.

Jika Moms tidak dapat mendorong bayi keluar, forsep atau ekstraktor vakum dapat digunakan untuk membantu bayi menuruni saluran lahir. Dan jika bayinya masih di atas atau vagina ibunya, dokter memungkinkan untuk operasi caesar.

Sumber

Orami, https://www.orami.co.id/magazine/tidak-selalu-mulus-ini-dia-7-komplikasi-yang-bisa-terjadi-saat-proses-melahirkan diakses 26 April 2023

Alomedika, https://www.alomedika.com/tindakan-medis/obstetrik-dan-ginekologi/asuhan-persalinan-normal/komplikasi diakses 26 April 2023