Waspada 8 Red Flag Ketika Menyusui, Moms Harus Tahu
Menyusui Si Kecil merupakan aktivitas yang menyenangkan bagi para Moms. Selain memberikan asupan gizi yang tepat pada Si Kecil, sekaligus juga menambah ikatan antara Moms dan Si Kecil. Namun, tidak jarang aktivitas menyusui tersebut bisa membuat Moms dan juga Si Kecil tidak nyaman. Hal itu tentu saja menyulitkan proses pemberian ASI eksklusif pada Si Kecil dan menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan untuk Moms.
Red flag atau tanda bahaya yang mengkhawatirkan ketika menyusui ada bermacam-macam. Moms harus mengetahui tanda-tanda bahaya tersebut demi kelancaran pemberian ASI kepada Si Kecil.
Kita Keluarga Indonesia akan mengulas lebih lengkap mengenai tanda-tanda tersebut dan juga cara mengatasinya. Simak terus ya Moms.
Puting Payudara Lecet saat Menyusui Si Kecil
Sebagian besar wanita yang baru pertama kali menyusui, akan mengalami lecet pada puting payudaranya. Hal ini adalah sesuatu yang wajar karena Moms masih berusaha menyesuaikan perlekatan yang nyaman dengan Si Kecil.
Namun, bukan berarti lecet pada puting payudara bisa disepelakan, ya Moms. Selain menyebabkan rasa tidak nyaman ketika menyusui bagi Moms, Si Kecil juga tidak bisa mendapatkan ASI yang maksimal. Sebelum kita membahas mengenai cara menanganinya, cari tahu dulu penyebabnya yuk Moms.
- Si Kecil kesulitan menempelkan mulutnya ke puting.
- Posisi perlekatan Si Kecil yang tidak benar, sehingga Si Kecil akan menjepit puting di langit-langit mulut dan lidah atau juga menggigit.
- Infeksi dari jamur atau bakteri yang berkembang pada bra.
Nah, setelah Moms mengetahui penyebab utamanya, sekarang Moms juga harus tahu mengenai cara penangannya. Berikut adalah cara penanganan berdasar ahli:
- Pastikan posisi perlekatan Si Kecil saat menyusu benar, yaitu semua bagian puting masuk ke dalam mulut.
- Saat hendak melepaskan puting dari mulut Si Kecil, lakukan perlahan dengan menekan menggunakan telunjuk pada bagian yang dekat dengan mulut Si Kecil.
- Berikan kompres hangat pada puting setelah menyusui dan biarkan kering setelah menyusui sebelum memakai bra.
- Memakai bra khusus menyusui atau bra dari katun agar sirkulasi udara lancar, dianjurkan juga untuk menghindari pemakaian sabun pada area puting yang menyebabkan puting kering.
- Jika terdapat lecet, oleskan ASI ke puting payudara untuk mempercepat kesembuhan puting yang lecet.
- Konsultasi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat jika lecet berkelanjutan atau menyusui masih terasa menyakitkan.
Payudara Terasa Bengkak dan Nyeri
Payudara yang membengkak dan nyeri yang dirasakan oleh Moms saat menyusui umumnya disebabkan oleh penumpukan ASI. Sedang penumpukan itu sendiri disebabkan oleh tersumbatnya saluran yang mengeluarkan ASI melalui puting. Karena hal ini lah yang menyebabkan Moms merasa keras, berat, bahkan nyeri pada payudara.
Namun, pembengkakan payudara ini tidak terjadi langsung pada dua sisi, melainkan hanya salah satunya. Rasa penuh dan berat itu juga hanya berlangsung selama beberapa hari atau minggu-minggu pertama menyusui. Berikut beberapa cara untuk mengatasinya:
- Menyusui Si Kecil sesering mungkin sampai dia puas dan kenyang.
- Lakukan pumping jika Si Kecil sudah kenyang namun persediaan ASI di payudara masih banyak.
- Usahakan agar posisi menyusui terasa nyaman baik untuk Si Kecil dan Moms agar aliran ASI lancar.
- Kompres dengan air hangat atau pijat payudara ketika mandi dengan air hangat secara lembut.
- Pakai bra yang tidak terlalu menekan payudara agar saluran yang mengalirkan ASI tidak sempit.
Peradangan pada Payudara (Mastitis)
Payudara yang meradang ketika Moms menyusui Si Kecil disebut dengan mastitis. Kondisi ini membuat payudara terasa keras, bengkak, dan panas. Hal ini juga tidak menutup kemungkinan bahwa payudara sudah terinfeksi oleh bakteri.
Selain dapat diketahui dengan tanda-tanda pada payudara, mastitis juga dapat diketahui ketika Moms merasa sakit kepala, suhu tubuh tinggi, menggigil, dan rasa lelah berlebih. Mastitis juga dapat disebabkan oleh payudara yang membengkak loh Moms, yaitu ketika Moms membiarkan pembengkakan dan akhirnya meradang karena infeksi bakteri.
Jadi, Moms harus ektra waspada jika hal ini terjadi. Tapi, bagaimana jika Moms sudah terlanjut menderita mastitis? Berikut cara-cara mengatasinya:
- Segera hubungi dokter untuk mendapatkan konsultasi dan pengobatan yang tepat.
- Perbanyak istirahat dan minum banyak cairan menyehatkan.
- Berikan kompres hangat untuk meredakan rasa nyeri akibat peradangan.
- Si Kecil masih diperbolehkan untuk menyusu pada payudara yang terkena mastitis, tapi pastikan posisinya benar ya Moms.
- Jika terasa sakit saat Si Kecil menyusu, Moms bisa menggunakan bantuan pumping ASI.
- Rajin menyusukan ASI kepada Si Kecil atau memompa ASI keluar jika dirasa Si Kecil belum menyusu dengan baik.
- Memijat payudara dengan lembut ketika Si Kecil sedang menyusu untuk melancarkan aliran ASI.
- Hindari pemakaian pakaian atau bra yang ketat sampai payudara dinyatakan bebas dari peradangan.
Kemerahan dan Gatal Akibat Infeksi Jamur pada Puting
Puting yang memerah disertai rasa gatal ketika menyusui Si Kecil, bisa disebabkan karena infeksi jamur. Selain itu, indikasi berupa puting yang pecah-pecah, terkelupas, bahkan melepuh juga bisa akibat dari infeksi jamur kandida.
Penyebabnya bisa dari pakaian atau bra yang Moms kenakan atau juga dari mulut Si Kecil. Infeksi jamur ini bersifat menular, bercak keputihan di mulut atau sariawan pada Si Kecil merupakan salah satu bukti penularannya. Jadi, infeksi jamur pada puting ini sama sekali tidak boleh diremehkan ya Moms.
Lalu bagaimana cara mengatasinya jika sudah terkena infeksi jamur? Simak beberapa cara berikut:
- Periksakan ke dokter untuk mendapatkan konsultasi dan pengobatan yang tepat, biasanya dokter akan memberikan krim yang aman untuk Si Kecil ketika menyusu nanti.
- Selama penyembuhan, cuci bersih dan sterilkan semua perlengkapan Moms & Kids seperti botol dot dan pompa ASI.
- Biasakan untuk mencuci tangan ketika akan menyusui dan setelah menyusui Si Kecil, begitu juga setelah melakukan aktivitas dan akan memegang Si Kecil.
- Cuci handuk Moms dan Si Kecil dengan air panas dan usahakan agar tidak dipakai orang lain.
- Moms juga harus rajin mengganti bra dan breastpad agar jamur tidak tumbuh.
Payudara Besar Sebelah
Ukuran payudara yang tidak sama atau lebih besar sebelah ternyata juga menjadi permasalahan ketika menyusui Si Kecil. Penyebab umumnya karena Si Kecil lebih suka menyusu di satu sisi dan tidak dengan sisi lainnya. Bisa juga karena memang ukuran payudara Moms tidak sama dari dulu.
Sisi payudara yang lebih besar sebelah juga berpotensi untuk memproduksi ASI lebih banyak daripada sisi lainnya. Hal ini pun juga akan menimbulkan kekhawatiran pada Moms yang merasa produksi ASI terlalu sedikit atau terlalu banyak. Tapi jangan khawatir Moms, simak beberapa cara untuk mengatasinya berikut:
- Gunakan pompa ASI untuk mengeluarkan ASI pada sisi payudara yang lebih besar.
- Rajin menyusukan ASI kepada Si Kecil secara bergantian di sisi kanan dan kiri agar produksi ASI seimbang.
- Pastikan Si Kecil selalu mengisap selama menyusui dan tidak tertidur.
- Hindari stress dan jaga pola makan dengan gizi yang seimbang.
- Hindari pemberian makanan atau cairan selain ASI pada Si Kecil sebelum berusia di atas 6 bulan.
Moms Kesakitan Ketika Menyusui
Kesakitan ketika menyusui untuk pertama kali merupakan hal yang wajar loh Moms. Kemungkinan besar penyebabnya adalah Moms belum terbiasa dengan aktivitas menyusui ini. Selain itu, Moms juga belum mengetahui cara menyusui yang benar.
Kesalahan-kesalahan ketika menyusui itu yang kemudian membuat Moms merasa kesakitan ketika menyusui Si Kecil. Namun, seiring berjalannya waktu, keluhan-keluhan tersebut akan menghilang sendirinya. Tapi, Moms perlu segera memeriksakan diri ke dokter jika rasa sakit tidak kunjung hilang. Moms juga bisa mencoba beberapa cara berikut untuk meredakan rasa sakit tersebut:
- Pastikan posisi perlekatan Si Kecil sudah benar, yaitu puting masuk seluruhnya ke mulut Si Kecil.
- Usahakan untuk payudara selalu kering ketika akan menyusui.
- Selalu menyusui sesuai dengan jadwal atau tepat waktu, jangan menunda-nunda ya Moms.
- Pakai bra yang tidak terlalu ketat dan nyaman digunakan.
Berat Badan Si Kecil Tidak Bertambah dan Jarang Buang Air Kecil
Berat badan Si Kecil tidak bertambah atau justru berkurang meskipun sudah menyusu kepada Moms, hal ini bisa mengindikasikan bahwa Si Kecil kurang asupan ASI. Beberapa penyebabnya adalah ketika sedang menyusu, Si Kecil justru tertidur. Jika seperti itu, Moms harus tetap membangunkannya untuk menyusu.
Hal ini karena asupan ASI yang cukup penting untuk perkembangannya. Jika Si Kecil sudah berhasil menelan ASI, itu merupakan pertanda yang bagus. Berat badan Si Kecil harus terus bertambah setiap minggunya. Setidaknya 5 sampai 7 ons dari berat ketika lahir, jika tidak Moms harus waspada. Selain itu, indikasi jika Si Kecil kurang asupan ASI adalah melalui air kecil dan frekuensi penggantian popok.
Jika Si Kecil mengeluarkan air kecil yang kuning gelap atau bahkan terdapat bercak kemerahan, maka Moms harus segera membawanya ke dokter untuk pertolongan lebih jauh. Maka dari itu, Moms harus rajin-rajin menyusukan ASI kepada Si Kecil dengan cara yang benar. Namun, jika kondisi yang mengkhawatirkan tersebut terus berlanjut, maka segera konsultasi dengan dokter terdekat.
Moms juga bisa melakukan konsultasi melalui Kita Apps dengan fitur Asisten Tika atau juga membaca solusi dan tips dari dokter-dokter anak yang ada di fitur Doctor's Tips. Semoga artikel tadi membantu ya Moms 🤗
Sumber:


