Si Kecil Nangis? Yuk Pahami Arti Tangisan Bayi dan Cara Meresponnya

Si Kecil Nangis? Yuk Pahami Arti Tangisan Bayi dan Cara Meresponnya
Sumber : theAsianparent @Jpqosinbo

Pertama kali jadi orang tua terkadang masih bingung ya Moms bagaimana cara menghadapi Si Kecil termasuk tangisannya. Sering kali Moms bingung apakah Si Kecil menangis karena lapar, ngantuk, kedinginan atau merasa tidak nyaman? Tenang Moms, yuk pelajari bareng Kita!

Mengapa Si Kecil menangis?

Menangis adalah salah satu bentuk komunikasi Si Kecil nih Moms. Meskipun Si Kecil belum bisa berbicara, ia menyampaikan kebutuhan dan emosinya dengan memberikan petunjuk lewat tangisannya.

Bayi menangis dan rewel rata-rata biasanya 3 jam dalam sehari. Beberapa bayi juga ada yang menangis lebih lama. Kebanyakan bayi menangis dan rewel di sore hari atau malam hari, meski bisa jadi berbeda dari hari ke hari. Tangisan bayi puncaknya di minggu ke-6 sampai ke-8. Semakin bertambah usia, biasanya tangisan bayi semakin berkurang.

Meskipun menangis merupakan hal yang alamiah dilakukan oleh bayi, sama seperti tidur dan menyusu, terkadang Moms sering panik ya kalau Si Kecil nangis. Untuk merespon dan meredakan tangisannya, Moms perlu memahami dulu alasan mengapa Si Kecil menangis. Ini dilakukan supaya Moms bisa merespon Si Kecil sesuai kebutuhannya. Berikut beberapa alasan mengapa Si Kecil menangis dan cara meredakannya.

1). Tangisan Lapar

Cirinya: tangisan bernada rendah, berulang-ulang, juga disertai dengan tanda lainnya seperti mencari-cari payudara, menghisap tangan, atau memainkan bibirnya.

Solusinya: Kalau Si Kecil menunjukkan tangisan seperti ciri di atas segera respon dengan memberikannya ASI ya Moms.

2). Merasa Capek, Ngantuk, atau Tidak Nyaman

Cirinya: Tangisan yang terdengar seperti merengek, sengau, rewel, atau menangis dengan mata tertutup.

Solusinya: Coba cek popoknya ya Moms, apakah Si Kecil tidak nyaman karena sudah buang air kecil atau besar. Kalau popoknya masih bersih, coba segera tidurkan Si Kecil ya Moms.

3). Sakit

Cirinya: Menangis karena Si Kecil terdengar berbeda dari tangisan pada biasanya. Tangisannya terdengar seperti merengek tapi tidak berteriak, nadanya rendah, dan terdengar sengau.

Solusinya: Selain memperhatikan tangisannya, coba perhatikan juga apakah Si Kecil mengalami gejala lain seperti demam, diare, ruam, atau tanda lainnya yang tidak biasanya. Coba cek suhu tubuhnya dulu ya, Moms. Kalau Si Kecil mengalami gejala seperti berikut coba segera hubungi dokter ya.

  • Mengalami kejang-kejang
  • Kulit kebiruan, keabuan, atau sangat pucat
  • Tidak menanggapi, diam saja, atau tidak cepat bangun seperti biasanya
  • Bernapas terlalu cepat, suara napas berisik atau bergemuruh, atau suara serak saat bernapas
  • Demam tinggi, tapi tapi kaki dan tangannya dingin
  • Muntah terus menerus
  • Bintik-bintik atau ruam merah dan ungu (yang bisa jadi menandakan meningitis)

4). Kolik

Cirinya: Tangisan kolik terdengar seperti teriakan, menjerit, dan disertai dengan gerakan seperti gelisah. Kolik sering terjadi pada sore atau malam hari, dan episodenya bisa berlangsung berjam-jam. Ini biasanya memuncak sekitar 6 minggu setelah lahir dan hilang pada saat bayi berusia 3 hingga 4 bulan.

Solusinya: Meskipun sulit menenangkan bayi kolik, Moms bisa mencoba menggendong atau mengubah posisi Si Kecil untuk membuat ia lebih nyaman. Beberapa cara lainnya yaitu:

  • Membedongnya untuk memberikan perasaan aman dan terasa didekap
  • Pegangi perutnya atau usap-usap punggungnya, beberapa bayi tidak suka telentang
  • Mengayun-ayun secara perlahan

Kalau cara-cara di atas sudah dilakukan tapi Si Kecil masih menangis, Moms bisa mencoba beberapa cara berikut ya.

  • Mengayun atau menggoyangkan Si Kecil di dekapan, di kursi, atau di ayunan bayi secara perlahan
  • Membelai kepalanya, atau menepuk-nepuk dengan lembut dada atau punggungnya
  • Menyanyikan lagu atau mengajaknya berbicara
  • Memandikan Si Kecil dengan air hangat
  • Mematikan lampu atau membuat ruangan jadi lebih redup
  • Mengajaknya berjalan-jalan dengan stroller atau dengan menggendongnya
  • Memijatnya dengan pelan agar ia bisa sendawa dan mengeluarkan gas di dalam tubuhnya

Kalau Si Kecil menangis lebih dari 15 menit secara terus menerus, khususnya di malam hari, Moms bisa coba untuk menempatkannya di tempat tidur. Beberapa bayi memang butuh menangis terlebih dahulu untuk akhirnya bisa tidur.

Memahami arti tangisan Si Kecil awalnya memang membingungkan ya Moms. Namun seiring waktu, Moms akan bisa memahami karena semakin sering berinteraksi dengan Si Kecil. Tenang dan tidak perlu buru-buru ya, Moms. Perjalanan menjadi orang tua memang berliku, namun Kita percaya Moms bisa menjalaninya dengan baik!

Referensi

National Health Services UK. (2022). Soothing a crying baby. Retrieved from https://www.nhs.uk/conditions/baby/caring-for-a-newborn/soothing-a-crying-baby

What To Expect. (2021). What Do Your Baby's Cries Mean? Retrieved from https://www.whattoexpect.com/first-year/week-10/decoding-cries.aspx#no-reason

American Academy of Pediatrics. (2021). Responding to your baby’s cries. Retrieved from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/crying-colic/Pages/Responding-to-Your-Babys-Cries.aspx

Raising Children Australia. (2022). Understanding Newborn Behavior. Retrieved from https://raisingchildren.net.au/newborns/behaviour/understanding-behaviour