Tahapan Pengenalan Makanan Bertekstur

Tahapan Pengenalan Makanan Bertekstur

Usia 6 Bulan

Pada awal tahap MPASI, bayi perlu beradaptasi dengan makanan padat yang baru. Makanan harus memiliki tekstur semi likuid agar bayi tidak tersedak. Tersedak dapat berbahaya karena bayi belum dapat mengeluarkan makanan yang tersumbat di saluran napas.

MPASI untuk bayi usia 6 bulan memiliki tekstur halus semi cair. Makanan perlu dihaluskan menjadi bubur atau puree dengan tekstur yang sangat lembut. Tidak terlalu kental atau terlalu cair. Dengan tekstur seperti itu, bayi dapat terbiasa dengan makanan padat secara perlahan.

Untuk memberikan MPASI, makanan dapat dihaluskan dengan blender dan disaring. Pada bulan pertama MPASI, berikan 1-2 kali sehari. Dalam satu kali makan, berikan 2-3 sendok makan saja.

Usia 7-8 Bulan

Pada usia 7 bulan, tekstur MPASI bayi bisa sedikit kasar. Makanan hanya perlu diblender, tanpa perlu disaring. Namun, jangan diblender hingga halus.

Bayi sudah terbiasa dengan makanan padat pada usia ini. Jika hanya diberi makanan halus, bayi akan kesulitan dengan tekstur yang lebih kasar di kemudian hari. Selain diblender, Ibu dapat mencampur makanan dengan ASI atau sufor untuk mendapatkan tekstur yang sesuai.

Pertahankan tekstur MPASI yang diblender kasar hingga usia 8 bulan. Jika bayi menolak tekstur yang lebih kasar, berikan secara bertahap, tetapi jangan kembali ke tekstur halus seperti pada usia 6 bulan. Karena jika kembali, bayi akan kesulitan untuk beradaptasi.

Usia 9-10 Bulan

Pada usia 9 bulan, tekstur MPASI dinaikkan menjadi bubur kasar. Berikan secara perlahan agar bayi bisa beradaptasi. Volume makanan perlu ditingkatkan dari 125 ml menjadi 250 ml. Pemberian makanan utama 3-4 kali sehari dengan selingan buah atau biskuit 1-2 kali. Perkenalkan juga finger food. Tetap awasi saat bayi makan untuk mencegah tersedak. Pertahankan metode dan tekstur MPASI hingga usia 10 bulan.

Usia 11 Bulan

Masuk usia 11 bulan, bayi sudah siap untuk naik tekstur makanan lagi, Bu. Pada tahap ini, Ibu dapat memperkenalkan nasi tim dengan tekstur yang agak lembek kepada si kecil. Tidak perlu lagi menyaringnya seperti sebelumnya.

Nasi tim memberikan latihan bagi bayi untuk mengenal tekstur nasi sebagai makanan utama. Oleh karena itu, penting bagi bayi untuk berlatih makan nasi tim kasar tanpa proses penyaringan.

Selain itu, perhatikan juga frekuensi pemberian makanan. Pada tahap ini, si kecil sudah lebih aktif bergerak, sehingga diperlukan peningkatan jumlah porsi makan. Ibu dapat memberikan makanan sebanyak 250 ml, dengan jadwal makan 3-4 kali sehari. Sertakan juga cemilan sehat di antara waktu makan utama, dan tetap berikan ASI sebagai asupan wajib untuk si kecil.

Usia 12 Bulan

Si kecil telah mencapai usia 1 tahun, dan ini berarti ia sudah dapat mengonsumsi makanan keluarga seperti anggota keluarga lainnya. Ibu dapat memberikan nasi dengan lauk rendang, ayam goreng, serta sup kepada bayi, mirip dengan makanan yang dikonsumsi oleh orang tuanya.

Untuk memastikan bahwa bayi dapat menikmati makanan keluarga pada usia 1 tahun, penting untuk memperkenalkan tekstur makanan yang sesuai sebelumnya. Jika bayi hanya diperkenalkan dengan makanan halus sebelumnya, akan sulit baginya untuk beralih ke makanan keluarga dengan tekstur yang lebih padat.

Selain itu, pada usia 1 tahun, bayi juga membutuhkan frekuensi makan yang lebih sering. Jika bayi sulit makan dalam porsi besar, Ibu dapat memberikan makanan dalam jumlah kecil namun dengan frekuensi yang lebih sering. Beberapa bayi memiliki ukuran lambung yang lebih kecil, sehingga tidak mampu mengonsumsi makanan dalam jumlah besar secara sekaligus.

Pemberian menu keluarga pada usia 1 tahun memungkinkan bayi untuk lebih mudah beradaptasi dengan berbagai menu makanan setiap harinya. Namun, penting untuk menghindari penggunaan bumbu-bumbu tajam seperti cabai dan lada. Sebaiknya menunda pemberian bumbu-bumbu tajam tersebut hingga bayi mencapai usia 2 tahun.


Sumber: https://www.prenagen.com/id/tahapan-tekstur-mpasi-bayi