Pijat Bayi Dapat Mempengaruhi Kualitas Tidur Bayi di Umur 0-6 Bulan

Pijat Bayi Dapat Mempengaruhi Kualitas Tidur Bayi di Umur 0-6 Bulan
Sumber gambar : Alo Dokter

Bayi merupakan kelompok usia yang paling rentan terhadap gangguan tidur. Usia 0-6 bulan merupakan masa di mana bayi mulai mengenali rutinitas dan memulai proses belajar untuk mengatur pola tidur mereka. Tidur yang berkualitas sangat penting bagi perkembangan bayi, dan mengetahui cara untuk meningkatkannya dapat membantu orang tua dalam mengatur rutinitas tidur bayi mereka. Salah satu cara yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur bayi adalah memijat si bayi Moms.

Pijat bayi dapat menyebabkan bayi merasa nyaman, tenang, dan membantu mereka mengatasi stres. Pijat bayi dapat membantu meningkatkan aliran darah, memberikan kekuatan otot, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan memberikan relaksasi yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas tidur si Bayi. Selain itu, pijat bayi juga dapat membantu orang tua melatih bayi mereka untuk mengenali rutinitas dan meningkatkan interkasi antara orang tua dan bayi. Dengan cara ini, pihat bayi dapat membantu meningkatkan kualitas tidur di usia 0-6 bulan.

Kualitas Tidur Bayi

Berdasarkan hasil penelitian (Jurnal Ilmiah Simantek, Kumala Sari Rambe. 2019), total jumlah waktu tidur bayi pada malam hari, pagi hari dan siang hari diperoleh total waktu tidur untuk yang memiliki rutinitas pijat yaitu sebanyak 910 menit atau 15 jam 10 menit. Untuk kelompok bayi yang tidak memiliki rutinitas pijat bayi didapatkan rata-rata waktu tidur sebanyak 723 menit atau 12 jam 3 menit. (Siswanto, 2008) menyatakan bahwa jumlah jam tidur yang ideal atau normal untuk menjamin pertumbuhan bayi secara optimal pada usia 0-6 bulan adalah antara 14.5 jam - 16 jam perhari.

Pada kelompok bayi usia 0-6 bulan yang tidak mendapatkan pijat bayi ditemukan 19 bayi (95%) yang memiliki kualitas tidur buruk. Kualitas tidur yang buruk selain ditunjukkan oleh jam tidur yang kurang dari keburuhan sesuai umur, juga ditunjukkan oleh adanya gangguan-gangguan selama tidur antara lain sering terbangun di malam hari dan waktu terjaga yang lebih dari 30 menit setiap kali terbangun.

Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi

Anak-anak yang dipijat selama 2 x 15 menit setiap minggunya dalam jangka waktu 4 minggu, tidurnya menjadi lebih nyenyak loh Moms. Hal ini dapat berdampak kepada waktu bangun konsentrasinya lebih baik daripada sebelum diberi pemijatan (Roesli, 2013). Peningkatan ini disebabkan oleh adanya peningkatan kadar sekresi sorotonin yang dihasilkan pada saat pemijatan, disamping itu pada pemijatan juga terdapat perubahan gelombang otak yaitu terjadinya penurunan gelombang alpha dan peningkatan gelombang berta serta theta yang dapat dilihat melalui penggunaan EEG (Electroensefalogratition) (Roesli, 2013).

Peningkatan kadar serotonin yang akan menghasilkan melatonin yang berperan dalam tidur dan membuat tidur lebih lama dan lelap pada malam hari. Serotonin ini juga akan meningkatkan kapasitas sel reseptor yang berfungsi mengikat glukortikoid (adrenalin, suatu hormon stres). Proses ini menyebabkan terjadinya penurunan kadar hormon stres, sehingga bayi yang diberi perlakukan pemijatan akan tampak lebih tenang dan tidak rewel. Pemijatan juga meningkatkan mekanisme penyerapan makanan oleh nervus vagus, sehingga nafsu makan bayi juga meningkat.

Dalam kaitannya, sebenarnya pemijatan pada si Bayi ini bukan satu-satunya faktor dalam ketenangan kualitas tidur pada bayi Moms. Hal ini dibuktikan jika beberapa ibu yang tidak memberikan pijat kepada si Bayi tetap memiliki kualitas tidur yang baik untuk si Bayi tersebut lho. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya seperti faktor lingkungan, nutrisi, penyakit dan stimulusi, serta banyak faktor lainnya. Faktor nutrisi yang sering Moms lakukan kepada si Bayi yaitu seperti kebiasaan minum susu sebelum tidur, hal ini merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas tidur si Bayi lho Moms. Hal ini didasari karena susu mengandung alfa protein yang dapat meningkatkan kadar triptophan. Triptophan sendiri merupakan prekursor dari hormon melatonin dan serotonin yang bertugas sebagai penghubung antar syarat serta pengatur kebiasaan yang berpengaruh pada pola kesadaran, persepsi dan rasa sakit juga akan berpengaruh terhadap pola tidur (Widianti, 2006).

Nah, gimana Moms? Jadi semakin tau kan bagaimana meningkatkan kualitas pada si Bayi terutama di usia 0-6 bulan yang masih sangat rawan dalam membiasakan jam tidur. Yuk, mulai membiasakan untuk memberikan terapi pijat kepada si Bayi yang tidak hanya berguna bagi kualitas tidur si Bayi.

Referensi

Jurnal Ilmiah Simantek, Kumala Sari Rame. 2019

Roesli, Utami, Mengenai ASI Eksklusif. 2013